Rangkaian kegiatan pada hari Rabu, 03 Januari 2024 kemarin, menjadi cukup padat bagi Forum Silaturahmi Lembaga Pendidikan Ma’arif Gondosuli atau Forsila LP Ma’arif Gondosuli. Di samping menyelenggarakan peringatan Hari Amal Bhakti Kementrian Agama Republik Indonesia ke-78, pada hari yang sama juga dilaksanakan acara rutin triwulan musyawarah Forsila LP Ma’aarif desa Gondosuli.

Pada pagi hari sekitar 07:20, siswa dan guru dari MI Ma’arif 1 Gondosuli, MTs Ma’arif 1 Muntilan, dan MA Al-Maba melaksanakan upacara bersama di lapangan desa Randukuning, kecamatan  Muntilan. Ini adalah upacara dalam rangka memperingati Hari Amal Bhakti Kementrian Agama ke-78. Dalam kegiatan ini yang bertindak sebagai pembina upacara adalah Bapak Abdul Aziz Fahruddin dari MTs Ma’arif 1 Muntilan.

“Keikhlasan adalah bagian tertinggi dari proses yang kita lakukan. Mengimplementasikan kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas adalah satu bagian yang fundamental untuk menghasilkan output yang maksimal. Namun, tetap saja kerja ikhlas adalah puncak dari semuanya,” tutur Pak Aziz berapi-api memberikan amanah bagi semua peserta upacara.

Ziarah dan Khataman

Setelah prosesi upacara selesai dilaksanakan, rangkaian acara kemudian diteruskan dengan melakukan ziarah ke makam-makam guru dan pemuka agama di sekitar desa Randukuning. Makam tokoh yang menjadi tujuan ziarah ini adalah makam sosok-sosok penting yang menjadi inspirator dan kunci berdirinya beberapa lembaga pendidikan islam di desa Gondosuli, khususnya lembaga pendidikan yang tergabung dalam Forsila LP Ma’arif Gondosuli.

Ziarah pertama ke makam Kyai Achmad Djawadi di komplek pemakaman Winong yang jaraknya hanya sekitar 150 meter dari lokasi upacara sebelumnya. Makam kedua yang menjadi tujuan  adalah makam Kyai Abdul Jabbar, yang jaraknya sekitar 250 meter ke arah utara dari lapangan randukuning. Kemudian makam terakhir adalah makam Kyai Khalimi yang berada di kompleks Pondok Pesantren Sirril Asror, desa Randukuning.

Seperti halnya pada upacara, yang menjadi pemimpin proses ziarah ini juga adalah Bapak Abdul Aziz Fahruddin. Siswa dan siswi serta seluruh dewan guru mengikuti acara ziarah dengan khidmat sampai dengan selesai.

Pada pukul 10:00 WIB, acara kembali dilanjutkan dengan khataman kitab suci Al-qur’an di lantai dua Madrasah Ibtida’iyah 1 Gondosuli. Acara ini merupakan rangkaian dari musyawarah rutin triwulan Forsila LP Ma’arif Gondosuli. Untuk acara khataman ini prosesnya dipimpin oleh Ustadz Irfan yang juga merupakan salah satu guru pendidik di MI Ma’arif 1 Gondosuli.

Sebelum melanjutkan ke acara musyawarah triwulan Forsila LP Ma’arif Gondosuli yang merupakan acara inti pada hari itu, Bapak Ibu Guru yang hadir mendapatkan jamuan makan siang dan melaksanakan sholat dzuhur berjama’ah.

Musyawarah Rutin Forsila

Acara musyawarah rutin triwulan Forsila LP Ma’arif Gondosuli dimulai sekitar pukul satu siang. Dalam kesempatan ini pula, di hadapan seluruh guru-guru anggota Forsila LP Ma’arif Gondosuli, pihak MI Ma’arif 1 Gondosuli menyerahkan bingkisan untuk dua orang guru yang memutuskan untuk purna tugas lebih awal. Ibu Dian Fauziah tidak dapat lagi melanjutkan rutinitasnya di MI karena harus lebih berfokus pada Pondok Pesantren Sirril Asror dan membantu Kyai Muhammad Khadzik yang juga adalah suami beliau. Selain Ibu Dian, ada pula seorang guru lain yang juga mengambil keputusan yang sama namun dengan pertimbangan yang berbeda.

Setelah mendengarkan beberapa laporan mengenai koperasi dan lain sebagainya, pembawa acara kemudian mempersilahkan Bapak Sutamto sebagai ketua Forsila LP Ma’arif Gondosuli untuk memaparkan gagasan dan rencana kerja Forsila LP Ma’arif Gondosuli selama satu tahun ke depan.

 “Ini sifatnya adalah proposal yang kita tawarkan ke Bapak Ibu Guru semua. Monggo, Bapak Ibu untuk menanggapi, merespon, menyetujui atau menolak usul-usul dari pengurus harian Forsila ini. Harapannya dalam satu tahun ke depan, Forsila bisa semakin produktif dan memberikan lebih banyak manfaat bagi kita semua.”

Ada beberapa ide yang kemudian mendapat persetujuan dari forum dan ada pula beberapa ide yang tidak dapat direalisasikan karena beberapa pertimbangan. Perencanaan PPDB dan mekanismenya juga menjadi bahasan dalam kesempatan ini.

Saya kira semua perencanaan yang disampaikan itu sudah sangat bagus. Namun yang paling penting menurut saya adalah substansialnya. Jangan sampai kegiatan kita di Forsila ini hanya sebatas seremonial belaka. Kita ingin dan kita berharap, kita dapat menjadi jembatan untuk merekatkan kembali dan membangun integrasi yang lebih solid bagi tokoh dan seluruh komponen NU di seluruh desa Gondosuli ini,” usul Pak Aziz memberikan pandangannya.

Acara musyawarah kemudian selesai dan ditutup pada pukul 14:30 WIB. Agenda musyawarah selanjutnya untuk Forsila LP Ma’arif Gondosuli akan dilaksanakan pada bulan April 2024, bertepatan dengan bulan Ramadhan 1445 Hijriyah. (PG)

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *