Pekan #3 Pelatihan Kedisiplinan Yayasan Al Khalimiyah; Target Besar Dimulai dari Hal-hal Kecil

Disiplin itu harus dipaksakan atau diperlakukan secara perlahan-lahan dengan lembut?

Jika anda berpendapat bahwa disiplin itu harus diaplikasikan secara perlahan-lahan dengan lembut, maka Anda bertentangan dengan banyak orang. Terutama bertentangan dengan para pakar kedisiplinan sendiri. Militer, korporasi kelas dunia, dunia pendidikan terbaik, semuanya berpendapat bahwa untuk mencapai kedisiplinan maka ia harus dipaksakan.

Setidaknya itu yang berhasil ditangkap dalam obrolan singkat dengan dua anggota Koramil kecamatan Muntilan pada pekan ketiga pelatihan kedisiplinan Yayasan Al-Khalimiyah yang bertempat di halaman Pondok Pesantren Sirril Asror, dusun Randukuning, desa Gondosuli, pada hari Jum’at kemarin, 21 Juli 2023.

“Kedisiplinan itu bermula dari hal-hal kecil, Pak. Dari hal-hal yang sepele terlebih dahulu. Seperti kuku yang rapi dan rambut yang rapi. Ini memang sulit, semua anak-anak begitu, namun ia memang harus dipaksakan. Untuk mencapai kedisiplinan yang tujuannya memang baik, ia harus dipaksakan. Memang terasa sulit dan berat di awal. Namun akan menjadi sangat bermanfaat kemudian,” tutur Bapak Edy yang mendampingi Bapak Budi Wibowo dalam latihan kali ini.

“Namun kita sepenuhnya ikut aturan sekolah, Pak. Jika memang sekolah memperbolehkan anak-anak berambut gondrong atau memelihara kuku yang panjang, tidak masalah. Kita akan ikut. Namun jika tidak, Insya Allah akan kita tertibkan. Jadi, pada pertemuan setelahnya tidak ada lagi yang rambutnya gondrong dan kukunya panjang,” sambut Bapak Budi pula melengkapi.

Ini adalah pekan ketiga dari program pelatihan kedisiplinan yang digagas oleh Bapak Faizal Khafiddudin untuk siswa dan siswi Madrasah Aliyah Al-Maba. Dua pekan sebelumnya, pelatihan kedisiplinan ini diikuti oleh seluruh santriwan dan santriwati Pondok Pesantren Sirril Asror. Namun pada pekan yang ketiga ini, dikarenakan santriwan dan santriwati kelas 7, kelas 8, dan kelas 9 yang sudah efektif belajar di MTs Ma’arif 1 Muntilan, maka pelatihan kedisiplinan hanya bisa diikuti oleh santriwan dan santriwati kelas 10, kelas 11, dan kelas 12 MA Al-Maba.

Terlihat peningkatan yang cukup menyenangkan dari perkembangan siswa dan siswi yang mengikuti pelatihan kedisiplinan. Semangat, kekompakan dan antuasiasme mereka semakin membaik yang dapat dilihat pada saat mendapatkan instruksi baris-berbaris ataupun meneriakkan yel-yel penyemangat.

Program pelatihan kedisiplinan yang dilakukan setiap hari Jum’at ini juga dapat menjadi kesempatan yang ideal bagi anak-anak yang mungkin bercita-cita menjadi bagian dalam militer. Dengan pelatihan dan pembiasaan kedisiplinan sejak di sekolah, mereka memiliki bekal yang lebih baik pula pada saat mengikuti tes masuk akademi militer nantinya (PG).

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *