Bagian paling awal dari sebuah kemajuan peradaban adalah keterbukaan pemikiran orang-orang didalamnya untuk melihat, mendengar, dan mempelajari ide-ide baru. Kemampuan open minded yang kemudian ditransformasikan menjadi sebuah gagasan dan langkah konkret, pada konsekuensinya akan mengawali sebuah perubahan ke arah yang lebih modern, dinamis, dan sejalan dengan kemajuan zaman.

The Vlash merupakan wujud keterbukaan pikiran dari pengelola dan tim operasional Yayasan Pendidikan Islam Al-Khalimiyah untuk mencapai tujuan yang lebih besar di masa depan. The Vlash adalah akronim dari  Visitasi untuk Sekolah dan Pesantren Hebat yang ide awalnya disampaikan oleh Bapak Subkhan Burhani yang merupakan salah satu pendidik di MTs Ma’arif 1 Muntilan dan MA Al-Maba.

Dalam The Vlash ini, Yayasan Pendidikan Islam Al-Khalimiyah mengundang seorang pakar manajerial lembaga pendidikan yang sudah sangat berpengalaman. Pakar tersebut adalah Ustadz Faurit Rahmatullah MPd yang juga adalah seorang praktisi pendidikan islam. Ustadz Faurit Rahmatullah memiliki segudang pengalaman dalam dunia pendidikan, seperti pernah mengelola sekolah Al Azhar, mengelola Universitas Proklamasi 45, mengelola MTs Darul Ulum Boarding School di Sleman, Yogyakarta, dan masih banyak lagi.

The Vlash yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 15 Juli 2023 ini berlokasi di salah satu ruang kelas MTs Ma’arif 1 Muntilan yang dihadiri oleh sebagian besar tenaga pendidik dalam Yayasan Pendidikan Al-Khalimiyah. Konsep acara dilakukan dalam bentuk sharing yang dimoderatori langsung oleh Bapak Khafiddudin Faizal selaku Kepala Sekolah Madrasah Aliyah Al-Maba.

“Bagian paling penting dari penyelenggaraan pendidikan ini adalah pendidiknya. Kuncinya adalah guru-gurunya. Semakin tinggi kualitas gurunya, maka Insya Allah akan semakin baik pula kualitas yang bisa kita hasilkan,” ungkap Ustadz Faurit di sela-sela sharingnya.

“Sebagai pendidik, kita harus mampu memadukan antara kasih sayang dan ketegasan. Kita harus memberikan respon apa pun yang anak didik lakukan. Respon positif berupa pujian misalnya kita berikan jika mereka melakukan hal yang baik. Sementara respon negatif kita berikan pula jika mereka melakukan hal yang tidak baik,” tambah beliau lagi.

Sebagai sebuah acara sharing, guru-guru yang hadir dalam acara tersebut juga diberikan kesempatan untuk bertanya kepada pembicara. Beberapa guru yang hadir sangat antusias menyampaikan pertanyaan yang berorientasi pada bagaimana upaya sistematis membangun sekolah yang maju, sukses, dan mampu bersaing seiring perkembangan zaman.

“Di Al Azhar dengan segala komponen pendukung yang sudah sangat memadai, berbagai teori ini bisa dan sangat mungkin dilakukan, Pak Ustadz. Namun  di sekolah kami yang masih memiliki banyak keterbatasan, hal ini tidak akan mudah untuk diimplementasikan. Nah, dengan berbagai keterbatasan yang kami miliki baik sarana mau pun pra sarana, apa yang Bapak Ustadz Faurit sarankan supaya kami juga dapat mencapai kemajuan yang sama seperti sekolah lainnya?”

Sebelum menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Ibu Siti Diniyah, Ustadz Faurit meminta break sebentar hingga kumandang adzan dzuhur berakhir. Setelah suara adzan berakhir, Ustadz Faurit kembali berbicara dan menguraikan bagaimana sebuah keterbatasan yang dimiliki oleh lembaga pendidikan seharusnya tidak menjadi batasan mereka untuk menjadi lebih baik dari waktu ke waktu.

“Sekolah yang hebat adalah sekolah yang mampu menghasilkan output yang baik dari bentuk apa pun input yang mereka dapatkan. Artinya, bagaimana pun kondisi input siswa yang kita miliki, mampu kita ubah menjadi lebih baik setelah menempuh pendidikan di sekolah kita. Ini tentu saja membutuhkan komitmen dan konsistensi tingkat tinggi yang tidak cukup hanya sampai pada rencana-rencana saja. Namun benar-benar menetas dalam sebuah tindakan yang konsisten dan konsekuen supaya berhasil.” tutur Ustadz Faurit menjawab pertanyaan dari Ibu Siti Diniyah.

“Seperti yang disampaikan tadi, setelah sharing ini kita mungkin ada tindak lanjut atau follow up. Nah, dalam follow up tersebut kita akan sampaikan strategi teknis dan spesifik tentang break down yang bisa kita lakukan untuk mencapai tujuan tersebut,” lanjut beliau lagi.

Dikarenakan telah melewati waktu yang diagendakan, sekitar 15 menit kemudian moderator menyudahi sesi sharing bersama. Sebelum menutup acara, Bapak Ustadz Faurit Rahmatullah kembali mengingatkan bahwa sinergi dan kolaborasi antara seluruh komponen sekolah adalah kunci terpenting untuk mencapai tujuan pendidikan yang ideal.  Dan acara The Vlash mudah-mudahan bisa menjadi langkah awal rekonstruksi manajerial Yayasan Pendidikan Islam Al-Khalimiyah menuju sekolah yang hebat (PG).

Related Posts

2 thoughts on “THE VLASH: Langkah Awal Rekonstruksi Manajerial Menuju Sekolah Hebat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *